SISI KELAM, SISI BURAM, SISI KELABU, DAN SISI TERANG NEGERI INI
Judul : Republik Genthonesia
Penulis : Mbah Dipo
Penerbit : Pro You (kelompok penerbit Pro-U Media)
Tebal : 254 halaman
Harga : -
Buku ini berisi komentar-komentar penulis mengenai peristiwa yang penulis alami dan rasakan mengenai masyarakat di sekitarnya. Awalnya buku ini adalah kumpulan tulisan dalam blog yang penulis kelola. Tulisan-tulisan yang tertuang dalam buku ini lebih berisi kritik social penulis mengenai keadaan negeri ini, Indonesia, dengan menitik beratkan permasalahan kepada keadaan masyarakatnya yang merupakan tolak ukur kualitas suatu bangsa. Dalam kata pengantar penulis memaparkan bahwa tulisan ini sebenarnya hanyalah satu sarana ventilasi yang meringankan kepenatan hati dan pikiran yang setiap hari dijejali dengan berita, wacana, tontonan, peristiwa dan bacaan yang menggelisahkan.
Akan tetapi dari dari informasi tersebut terjadi ambiguitas, apakah tujuan buku ini diterbitkan hanya untuk meringankan kepenatan hati penulis ataukah agar pembaca dapat mengambil pelajaran dari tulisan ini?, karena penulis tidak menyebutkan pernyataan kedua pada kata pengantarnya, kecuali pada cover belakang buku. Tetapi tulisan pada cover tersebut dicurigai bukan dari penulis, melainkan tambahan dari penerbit.
Meskipun demikian, tanpa disebutkan dengan lebih jelaspun pembaca bisa menganbil banyak manfaat dari buku ini. Kritik-kritik social dalam buku ini memberikan gambaran tentang keadaan masyarakat Indonesia pada masa sekarang, sehingga bisa menjadi bahan renungan dan muhasabah. Dari renungan dan muhasabah tersebut, pembaca bisa membuka pikiran tentang kenyataan yang menimpa bangsa ini sehingga bisa ikut menyumbangkan jalan keluar atas permasalahan-permasalahan tersebut.
Penulis lebih banyak mengungkap sisi gelap kehidupan social masyarakat dibandingkan dengan ssisi terangnya. Hal ini mungkin karena memang yang penulis alami dan rasakan sebagian besar adalah sisi buruk dari keadaan social. Hal ini sesuai dengan tujuan penulis membuat tulisan ini yaitu untuk ‘membuang kepenatan hati dari peristiwa yang menggelisahkan’, artinya membuang hal-hal buruk yang telah penulis alami dari pengamatan social dengan cara berbagi kepada pembaca.
Kelemahan buku ini terletak pada penggunaan bahasa jawa yang terlalu banyak sehingga menyulitkan pembaca unutuk menmahami buku secara utuh. Meskipun penulis menyertakan arti dari kata atau istilah berbahasa jawa tersebut pada bagian footer, hal tersebut masih menyulitkan pembaca karena pembaca harus terus mengalihkan mata dari atas ke bawah setiap menjumpai kata berbahasa jawa.
Secara umum buku ini layak dibaca sebagai bahan refleksi dan renungan terhadap bangsa Indonesia yang kian lama kian banyak saja masalah yang dihadapi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar